Agam, Sumbar - Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Solihin menegaskan pembangunan Jembatan Bailey II di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, sebagai akses vital masyarakat pascabencana yang kini memasuki tahap akhir pengerjaan.
Hal itu disampaikan saat pendistribusian Bantuan Kemanusiaan Polri untuk wilayah Polda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang dipimpin langsung Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI secara daring, Sabtu (14/2/2026).

Untuk wilayah Sumbar, kegiatan dipusatkan di lokasi pembangunan Jembatan Bailey bantuan Kapolri di Kampung Sawah Laweh, Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Dalam laporan melalui Zoom Meeting kepada Kapolri, Brigjen Pol. Solihin menyampaikan progres pembangunan Jembatan Bailey I dan II sebagai bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana di wilayah tersebut.
“Kami melaporkan progres pembangunan Jembatan Bailey sebagai upaya percepatan pemulihan akses dan pelayanan kepada masyarakat, ” ujar Solihin.
Ia menjelaskan, Jembatan Bailey Presisi II memiliki panjang 30 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 5 meter yang membentang di atas sungai, menghubungkan Kampung Sawah Laweh dengan Kampung Sikabau di Jorong Kayu Pasak.
Saat ini, progres perakitan jembatan telah mencapai 95 persen, sementara pembangunan pondasi berada di angka 70 persen. Proyek ditargetkan rampung pada 20 Februari 2026, dengan durasi pengerjaan selama 15 hari dan melibatkan 50 personel.
Menurut Solihin, keberadaan jembatan tersebut sangat krusial karena menjadi akses utama bagi sekitar 500 kepala keluarga atau sekitar 2.100 warga. Selain itu, jalur ini juga menunjang akses ke dua PAUD, dua sekolah dasar, serta satu masjid yang sebelumnya terdampak keterbatasan akses.
“Apabila akses ini terputus, masyarakat akan mengalami keterisolasian total. Karena itu, pembangunan jembatan ini menjadi prioritas, ” tegasnya.
Tidak hanya untuk mobilitas warga, jembatan tersebut juga menjadi jalur penting sektor ekonomi lokal. Sekitar 500 hektare sawah dan 2.500 hektare lahan perkebunan—meliputi komoditas padi, jagung, hortikultura, kopi, kakao, hingga peternakan—bergantung pada kelancaran distribusi melalui akses tersebut.
Kehadiran Jembatan Bailey I dan II di Palembayan dinilai menjadi solusi percepatan pemulihan infrastruktur vital, sekaligus mendukung akses pendidikan, kegiatan ibadah, dan pemulihan ekonomi masyarakat Kabupaten Agam pascabencana.
Wakapolda Sumbar menegaskan pembangunan jembatan bantuan Kapolri bukan sekadar proyek fisik, tetapi wujud kehadiran Polri dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.
“Dengan semangat gotong royong dan sinergitas bersama pemerintah daerah serta masyarakat, kami optimistis pembangunan dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan warga, ” katanya.
Melalui kegiatan ini, Polri kembali menegaskan komitmen untuk terus hadir membantu masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan proses pemulihan pascabencana.
(Berry)

Dina Syafitri