Pariaman, Sumbar — Polres Pariaman bersama Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Sumatera Barat menggelar Focus Group Discussion pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Joyo Makmur Resto Kampuang Gadang, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, ini melibatkan unsur lintas sektor yang memiliki peran strategis dalam perlindungan perempuan dan anak.
FGD menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kasubdit Binpolmas Ditbinmas Polda Sumbar AKBP Hikmah, S.Kom., M.Kom., Ketua KPAI Kota Pariaman Fatmi Yeti, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pariaman, Psikolog Bayu Prasetya, M.Psi., Kepala BP3KB, serta perwakilan Kementerian Agama.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasat Binmas Polres Pariaman, Kanit PPA, tokoh masyarakat, tokoh adat, ulama, serta para kepala sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA se-Kota Pariaman.
Acara dibuka Wakapolres Pariaman Kompol Jon Hendri, S.H. Ia menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam mencegah kekerasan serta perilaku menyimpang sejak dini.
Dalam sesi pemaparan, para narasumber menyoroti meningkatnya kasus kekerasan, pelecehan, pergaulan menyimpang, hingga perundungan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Peserta diimbau lebih peduli terhadap kondisi sekitar dan tidak mengabaikan tanda-tanda awal yang berpotensi mengarah pada kekerasan terhadap perempuan dan anak.
FGD ini bertujuan membangun kesadaran bahwa pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, melalui peran aktif guru di sekolah, orang tua di rumah, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama di lingkungan sosial.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang menghasilkan berbagai masukan dan rekomendasi terkait langkah konkret perlindungan perempuan dan anak di Kota Pariaman.
(Berry)

Dina Syafitri