Agam, Sumbar — Kepolisian Daerah Sumatera Barat melalui Direktorat Samapta memprioritaskan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak banjir bandang di kawasan Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Distribusi air bersih dilakukan sebagai bagian dari masa pemulihan pascabencana, Minggu (11/1/2026).
Sebanyak 39 personel Ditsamapta Polda Sumbar yang tergabung dalam BKO wilayah Maninjau dikerahkan untuk melakukan pengisian air ke tandon-tandon dan mendistribusikannya ke sejumlah titik terdampak, termasuk permukiman warga dan fasilitas pendidikan. Kegiatan ini didukung dengan peralatan mesin pompa, slang, dan katup untuk memastikan distribusi air berjalan optimal.
Direktur Samapta Polda Sumbar Kombes Pol Akmadi, S.I.K., mengatakan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi fokus utama Polri setelah fase tanggap darurat berakhir.
“Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar. Di masa pemulihan ini, Ditsamapta Polda Sumbar hadir agar warga Maninjau tetap bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan layak meskipun masih dalam kondisi pascabencana, ” ujar Akmadi.
Ia menambahkan, keterbatasan akses air bersih menjadi salah satu dampak serius pascabanjir bandang, sehingga penanganannya harus dilakukan secara cepat dan berkelanjutan untuk mencegah masalah kesehatan dan sosial di tengah masyarakat.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam distribusi air bersih merupakan bagian dari komitmen pelayanan kepada masyarakat.
“Polri tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga terus mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih. Distribusi air bersih ini adalah upaya nyata agar kebutuhan dasar warga terpenuhi sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif, ” katanya.
Hingga kini, personel di lapangan masih melakukan pemantauan serta pendistribusian air secara bertahap sesuai kebutuhan warga. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat Maninjau serta meminimalkan dampak lanjutan akibat keterbatasan air bersih pascabencana banjir bandang.
(Berry)

Dina Syafitri