Agam, Sumbar – Kepolisian Resor Agam bersama jajaran Polsek Tanjung Raya terus bergerak membantu masyarakat terdampak bencana tanah longsor di Kecamatan Maninjau, Kabupaten Agam.
Tanpa mengenal hari libur, puluhan personel dikerahkan untuk melakukan gotong royong pembersihan material longsor demi mempercepat pemulihan lingkungan dan aktivitas warga.
Sejak Minggu (11/1/2025), personel dari Kompi 2 Polres Agam bersama anggota Polsek Tanjung Raya terlihat berjibaku mengangkat tanah, lumpur, dan bebatuan yang menimbun area permukiman warga.
Dengan peralatan manual seperti cangkul dan sekop, para anggota menyisir titik-titik terdampak guna membuka kembali akses rumah warga serta fasilitas umum yang tertutup material longsor.
Aksi cepat tersebut menjadi bagian dari respon tanggap darurat Polres Agam dalam menghadapi bencana alam yang melanda wilayah hukumnya.
Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.

Kapolres Agam AKBP Muari, menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran, termasuk Polsek di wilayah terdampak, untuk turun langsung membantu warga.
“Kami tidak ingin masyarakat berjuang sendiri menghadapi dampak bencana. Personel kami diterjunkan untuk membantu pembersihan material longsor, membuka akses lingkungan, dan memastikan kondisi tetap aman. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya saat mereka membutuhkan, ” ujar Kapolres Agam.
Menurutnya, kegiatan gotong royong ini juga bertujuan untuk mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi warga Maninjau, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal sesegera mungkin.
Polres Agam bersama Polsek Tanjung Raya memastikan kegiatan kemanusiaan tersebut akan terus dilakukan hingga seluruh lokasi terdampak dinyatakan aman dan bersih dari material longsor.
Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca dan kontur tanah di wilayah tersebut masih rawan.
Dengan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan pascabencana di Maninjau dapat berjalan lebih cepat, aman, dan berkelanjutan.
(Berry)

Dina Syafitri