Padang, Sumbar – Kepolisian Daerah Polda Sumatera Barat menyatakan kesiapan mengimplementasikan penguatan Assessment Center Polri 2026 sebagai bagian dari reformasi sistem pembinaan karier berbasis meritokrasi.
Komitmen tersebut menyusul pelaksanaan Konsolidasi Asesor Assessment Center Polri Tahun 2026 di Jakarta yang menegaskan pentingnya objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam promosi jabatan di lingkungan Polri.
Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri Brigjen Pol. Langgeng Purnomo, mewakili Asisten Kapolri bidang SDM, menegaskan bahwa Assessment Center merupakan instrumen strategis untuk memastikan penempatan personel sesuai kompetensi.
Sistem ini menggunakan metode ilmiah berbasis multi-tools dan multi-assessor guna meminimalisir subjektivitas dalam pembinaan karier.
Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Karo SDM Polda Sumbar Kombes Pol. Anissullah M. Ridha menyatakan pihaknya siap memperkuat implementasi sistem asesmen di tingkat kewilayahan.
“Polda Sumbar berkomitmen mendorong profesionalisme personel melalui pembinaan kompetensi, pelatihan berkelanjutan, dan penguatan kepemimpinan manajerial. Penguatan Assessment Center menjadi bagian penting dalam mewujudkan SDM Polri yang unggul dan berintegritas, ” ujarnya.
Ia menambahkan, sistem merit berbasis asesmen terstandar akan mendukung berbagai program strategis Polda Sumbar, termasuk peningkatan pelayanan publik, penanganan tindak pidana secara profesional, serta penguatan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Assessment Center Polri diketahui telah terakreditasi “A” dari Badan Kepegawaian Negara dan tersertifikasi ISO 9001:2015, serta didukung lebih dari 1.700 asesor di seluruh Indonesia. Sistem ini juga mendapat kepercayaan dari sejumlah instansi eksternal.
Dengan penguatan meritokrasi tersebut, Polda Sumbar optimistis mampu menghadirkan kepemimpinan yang kompeten dan berintegritas, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta menjaga stabilitas kamtibmas yang kondusif di Sumatera Barat.
(Berry)

Dina Syafitri