Padang pariaman, Sumbar – Upaya percepatan pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Sumatera Barat terus dikebut. Satuan Brigade Mobil Sat Brimob Polda Sumatera Barat kembali melanjutkan pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak di Jorong Balai Jamaik, Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (31/12/2025).
Sebanyak 50 personel Tim Huntara Brimob diterjunkan langsung ke lokasi untuk mempercepat penyediaan tempat tinggal layak bagi warga yang kehilangan rumah akibat banjir dan longsor akhir November hingga Desember 2025.
Sejak pagi hari, personel fokus mengerjakan pemasangan rangka baja ringan, penutup atap, dinding huntara, hingga pembuatan bak septic tank.
Kegiatan lapangan dipimpin oleh AKP Syafri Kacik dan diawali dengan apel pagi pukul 07.00 WIB di posko setempat. Dengan dukungan peralatan lengkap, mulai dari sekop, cangkul, gerobak dorong hingga sepatu boots untuk personel Brimob bekerja intensif di tengah kondisi medan yang masih terdampak bencana.
Komandan Satuan Brimob Polda Sumbar, Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik, menegaskan bahwa pembangunan huntara merupakan prioritas utama dalam fase pemulihan saat ini.
“Kami tidak ingin masyarakat berlama-lama berada dalam ketidakpastian. Brimob hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi memastikan warga terdampak segera memiliki hunian sementara yang aman, layak, dan manusiawi. Seluruh personel kami kerahkan untuk bekerja cepat dan terukur di lapangan, ” tegasnya.
Menurutnya, kehadiran Brimob di lokasi bencana adalah bentuk nyata komitmen Polri dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, sekaligus mempercepat proses pemulihan sosial pascabencana.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyampaikan bahwa progres pembangunan huntara di Padang Pariaman menunjukkan perkembangan positif.
“Pembangunan huntara di Nagari Anduriang terus berjalan dan bertahap mulai siap ditempati. Personel Brimob bekerja siang dan pagi hari, bersinergi dengan unsur terkait serta masyarakat setempat. Ini menjadi bukti kepedulian dan kehadiran Polri dalam masa pemulihan pascabencana, ” ungkapnya.
Kabupaten Padang Pariaman diketahui menjadi salah satu daerah dengan dampak terparah akibat banjir dan longsor akhir 2025. Puluhan jembatan rusak, ratusan rumah hanyut atau roboh, serta ribuan hektare lahan pertanian terendam, memaksa banyak warga mengungsi dan kehilangan sumber penghidupan.
Melalui percepatan pembangunan huntara yang terus digenjot hingga awal 2026, Polri berharap masyarakat terdampak dapat segera menata kembali kehidupan mereka, sekaligus memulai lembaran baru dengan rasa aman dan optimisme di tengah proses pemulihan Sumatera Barat.
(Berry)

Dina Syafitri